Di lantai ketiga pagoda Qingling, Lynx terdiam menatap sosok pria tua, Qian Xu yang tiba-tiba muncul. Bukan pujian dari Qian Xu yang membuatnya terdiam, melainkan kata-kata pria tua itu baru disadarinya dan membuatnya terkejut.

"Dunia bawah? Apa maksudnya? Penjaga Pagoda Qingling ini jelas bukan sekadar roh spiritual biasa. Aku merasa dia mengetahui sesuatu yang lebih besar tentang rahasia alam kultivator." Lynx menyimpan pertanyaan itu rapat-rapat. Ia memilih menunggu penjelasan pria itu, matanya tajam mengamati, mencoba menembus tabir misteri di balik formasi yang ada di hadapannya.

Qian Xu melangkah mendekat. Meski tubuhnya hanyalah sisa jiwa, namun ranah kultivasinya terpancar sangat kuat. Tatapannya mengandung makna yang sulit diuraikan.

"Siapa pun yang berhasil mencapai lantai ketiga pagoda Qingling ini" ucapnya perlahan "berhak membentuk ikatan spiritual dengan artefak ini. Mulai sekarang, kau bisa menjadi pemilik sah pagoda ini dan mewarisi seluruh teknik serta pengetahuan yang tersimpan di dalamnya."

Lynx menahan napas. Tatapannya menyipit, penuh kehati-hatian. Ia mencoba membaca bahasa tubuh sosok tua itu, mencari tahu apakah ini hanyalah jebakan terselubung atau kebenaran luar biasa yang tak pernah ia bayangkan.

"Lebih dari itu" lanjut Qian Xu, suaranya semakin dalam dan berat "aku bisa membantumu menembus batas ranahmu. Saat ini kau masih di tahap Forging Qi tingkat dua. Dengan kekuatan yang kumiliki, aku bisa memandu dan memaksa tubuh serta jiwamu menembus ranah Deva Realm, Setengah dewa."

Lynx terperanjat. "Setengah... dewa?" bisiknya nyaris tak terdengar. Matanya membulat, menatap Qian Xu dengan campuran takjub dan bingung. "Tapi... setahuku, tingkatan Immortal adalah ranah yang di miliki seseorang kultivatir sebagai tingkatan tertinggi. Apa benar ada sesuatu di atas itu? "

Qian Xu mengangguk pelan, senyum tipis terukir di wajahnya. "Pengetahuan yang kamu miliki adalah hal yang umum diketahui di dunia ini. Namun di balik tirai dunia yang kau kenal, ada tingkatan yang tidak diketahui oleh kalian. Deva Realm adalah salah satunya, dan pagoda ini dibangun untuk mempersiapkan seseorang menuju tahap itu."

"Lalu maksudmu apa dengan dunia bawah? Apa ada dunia lain selain dunia ini?" tanya Lynx, matanya menyipit penuh rasa ingin tahu.

"Dunia tempatmu berada sekarang adalah dunia bawah. Sedangkan dunia para kultivator tingkat dewa disebut dunia surgawi" jawab Qian Xu, nada suaranya terdengar meremehkan, seolah menganggap Lynx terlalu bodoh untuk memahami. "Aku akan menjelaskannya nanti, saat kekuatanmu cukup pantas untuk mengetahui rahasia dunia surgawi."

Ia menatap Lynx dalam diam. Wajahnya tak menunjukkan apa-apa, namun pikirannya bergolak.

"Pemuda ini... Bagaimana bisa sampah seperti dia yang justru berhasil menembus lantai tiga? Tapi hanya dia satu-satunya jalanku keluar dari penjara ini. Satu-satunya cara untuk kembali ke dunia surgawi. Aku harus memanfaatkannya sebaik mungkin."

Lynx menunduk, pikirannya berputar cepat. Semua pengalaman aneh yang dialaminya, kekuatan luar biasa yang tidak bisa dijelaskan, dan kekuatan misterius dalam dirinya... semuanya kini terasa mulai masuk akal.

"Mungkinkah... mereka yang menciptakan kekuatan meteor itu... yang menyebabkanku bisa memiliki kekuatan seperti ini?" pikir Lynx. Pandangannya terarah pada formasi di tengah ruangan. Hatinya berdebar, memikirkan kemungkinan yang ada,"Jika mereka yang membuat meteor itu, apakah artinya kekuatan mereka di atasku?" batin Lynx.

Lynx menatap tajam ke arah Qian Xu,"Aku ingin bertanya satu lagi. Jika kalian lebih kuat dari penduduk didunia ini, kenapa mereka tidak turun ke tempat ini agar penduduk disini bisa mengetahui keberadaan mereka?."

"Seperti yang sudah ku katakan, kamu akan mengetahuinya saat sudah siap. Tapi untuk mengatasi rasa ingin tahumu, aku akan memberitahukannya!" Jawab Qian Xu.

Setelah diam sejenak, Qian Xu melanjutkan kata-katanya,"Dunia bawah ini melarang kultivator di atas tingkat immortal turun ke dunia ini agar tidak menciptakan kekacauan, dan mereka yang memaksa turun ke dunia bawah, akan mendapatkan hukuman. Dunia surgawi memiliki hukum tersendiri."

Sebuah perasaan aneh mulai tumbuh dalam diri Lynx. campuran antara rasa kagum, harapan, dan sedikit rasa takut terhadap kekuatan yang mungkin tersembunyi jauh lebih dalam daripada yang ia duga selama ini.

Qian Xu menatap Lynx dengan tatapan penuh minat. Sorot matanya menyala. Dalam pikirannya terbayang kebebasan setelah ribuan tahun terkurung di dalam penjara yang menyerap dan mengikis kekuatannya sedikit demi sedikit. Bahkan penjara ini menghisap kekuatan yang dimilikinya dan menjadikannya energi qi spiritual bagi siapapun yang berada di tempat ini. Dia khawatir jiwanya semakin lama akan lenyap.

"Aku memberimu satu pertanyaan terakhir," katanya dengan suara tenang, tapi mengandung tekanan halus. "Apakah kau bersedia mengangkatku sebagai gurumu? Jika kau menerimanya, aku akan membimbingmu ke ranah para dewa, lebih jauh dari apa pun yang pernah kau bayangkan."

Lynx menatap sosok itu sebentar, lalu tersenyum tipis. "Maaf. Aku sudah memiliki seorang guru."

Qian Xu terdiam sesaat, lalu tiba-tiba tertawa, keras, panjang, penuh cemoohan. "Guru yang hanya mengajarimu tingkat dasar? Di usiamu yang segini, kekuatanmu masih mentok di Forging Qi tingkat dua. Hanya sampah yang bisa berkembang sepelan itu. Jangan-jangan gurumu juga sampah." Qian Xu tidak bisa menahan kata-katanya. Semua orang akan saling membunuh untuk mendapatkan tawaran menjadi muridnya, namun pemuda ini justru tanpa ragu menolaknya.

Seketika wajah Lynx berubah. Tatapannya mengeras, senyumnya menghilang. Nada suaranya dingin dan tegas.

"Jangan seenaknya menghina guruku. Asal kau tahu... aku tidak akan membiarkan siapapun menghina guruku termasuk kamu."

Qian Xu berhenti tertawa. Ia menatap Lynx dalam-dalam, ekspresinya kini serius.

"Aku sudah tahu, fisik bawaanmu yang kuat membuatmu bisa melewati tangga-tangga tersebut. Fisikmu memang luar biasa dan juga tubuhmu adalah jenis khusus, tubuh fisik yang belum pernah muncul dalam sejarah kekuatan spiritual. Tapi semua itu sia-sia kalau kau hanya mengandalkan kekuatan fisik. Bagaimana kau bisa mengejar keabadian, menjadi dewa sejati, kalau kau terpaku pada kekuatan selemah itu? Kamu harus bersyukur karena aku memberimu kekuatan yang tidak akan pernah kamu bayangkan sebelumnya."

Lynx tak menjawab. Ia berusaha menenangkan emosinya, lalu tersenyum samar. "Kau tak perlu khawatir tentangku, pak tua. Aku hanya butuh satu hal darimu, petunjuk menuju tempat itu."

"Dasar pemuda keras kepala. Kalau kau tak mau mengakuiku sebagai guru dan meninggalkan gurumu yang lemah itu, aku tak akan memberimu informasi lagi" sahut Qian Xu, nadanya mulai tajam dan kesal.

"Jika dia tidak bisa aku manfaatkan, aku masih punya pilihan terakhir. Aku bisa merebut tubuhnya secara paksa. Dengan tingkatannya yang baru Forging Qi tingkat dua, takkan sulit bagiku menaklukkannya. Akibat hukuman yang mereka berikan dan membuangku ke dunia bawah ini, membuatku kehilangan tubuh fisikku. Sial." Ia menggeram dalam hati, amarahnya tertahan di balik ekspresi tenang.

Ucapan meremehkan Qian Xu membuat Lynx melangkah maju satu langkah. Tanpa peringatan, ia mengayunkan satu pukulan ke depan. Gerakannya tampak santai, ringan, seolah tak berniat melukai.

Namun angin yang terpancar dari pukulan itu mendesir tajam, seperti badai yang meledak di ruang tertutup. Dentuman keras bergema, membuat tubuh Qian Xu terdorong mundur beberapa langkah. Matanya membelalak, wajahnya terguncang oleh keterkejutan yang nyaris terlupakan ribuan tahun lamanya.

"Itu... peringatanku untukmu...?" Lynx berkata dengan tegas dan tatapan tajam."Aku akan menghancurkan jiwamu jika masih membicarakan tentang guruku."

"Kekuatan pemuda ini sungguh luar biasa, dia mampu menyentuhku yang masih dalam bentuk jiwa. Aku harus mendapatkan tubuhnya. Dengan teknik yang ku kuasai, ditambah tubuh khususnya, maka aku lebih mudah menjadi dewa sejati." batin Qian Xu.

"Di tempat ini, akulah penguasanya. Hanya dengan kekuatanmu di forging qi tingkat dua dan tubuh khususmu, tidak akan bisa menghancurkanku."Qian Xu dengan nada keras mulai bersikap tidak sabar dengan sikap Lynx yang selalu menolaknya bahkan berani pamer kekuatan di depannya.

Lynx tetap diam. Tatapannya tenang. Ia bisa merasakan sosok jiwa di depannya ini berada di tingkat Immortal. "Sesuai dugaanku, dia bukan sosok penjaga yang dibentuk untuk menjaga artefak ini. Dia jiwa yang terkurung di tempat ini."

